Penulis :
Dr. H. Muh. Azhar Burhanuddin, S.Pd.I., M.Pd.
H. Muh. Asyraf Burhanuddin, S.P.
Editor :
H. Andi Muhalim A. Salman
Hj. Nurfadilllah Burhan, S.Farm
ISBN:
Desain Sampul dan Tata Letak:
Sulaiman Sahabuddin Al Karawish
Penerbit : Mitra Ilmu
Ukuran : 23 x 15 cm (Standar UNESCO)
Kantor:
Jl. Kesatuan 3 No. 11 Kelurahan Maccini Parang
Hp. 081340021801/ 0852-9947-3675/ 0821-9649-6667
Email : mitrailmua@gmail.com
Website : www.mitrailmumakassar.com
Anggota IKAPI Nomor: 041/SSL/2022
Cetakan pertama: Oktober 2025
SINOPSIS :
Buku “MENYAMAI ILMU, MENUNTUN IMAN”
merupakan sebuah karya yang tidak sekadar mencatat perjalanan hidup seorang
ulama, tetapi juga menyingkap jejak spiritual dan intelektual dari sosok KH. Burhanuddin Muhammad Battoa,
Lc. seorang ulama Bugis-Makassar yang telah mengabdikan seluruh
hidupnya untuk dakwah, pendidikan, dan pembinaan moral umat. Melalui kisah hidupnya,
kita diajak menelusuri lorong-lorong ilmu yang dipadukan dengan keikhlasan
iman; dua pilar utama yang menjadi fondasi keulamaan beliau.
Judul “Menyamai Ilmu,
Menuntun Iman”
tidak dipilih secara kebetulan. Ia mencerminkan filosofi hidup Gurutta Burhanuddin:
bahwa ilmu harus senantiasa diiringi iman agar tidak menyesatkan, dan iman
perlu dipandu oleh ilmu agar tidak membuta. Dalam setiap langkahnya, beliau
menjadikan ilmu sebagai kendaraan untuk menuntun umat menuju Allah, serta iman
sebagai kompas yang menjaga arah dalam lautan zaman yang kian bergelombang.
Dalam konteks budaya
Bugis-Makassar, Gurutta memadukan siri’,
pacce’, dan getteng sebagai dasar moral
kehidupan, dengan nilai-nilai Islam yang universal. Beliau mengajarkan bahwa
seorang berilmu sejati tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga tulus
dalam berbuat. Ilmu tanpa akhlak, bagi beliau, hanyalah cahaya yang redup;
sedangkan iman tanpa ilmu adalah api yang tanpa arah. Dari
pengajian-pengajiannya yang teduh hingga ceramahnya yang menggugah, Gurutta
menanamkan kesadaran bahwa tugas seorang Muslim bukan hanya menjadi penuntut ilmu,
tetapi juga penuntun iman baik bagi dirinya, keluarganya, maupun masyarakat
luas.
