Riparian yang Terganggu: Singkong, Biopori, dan Cerita Tanah

Penulis : 

Dr. Selly Feranie, S.Pd., M.Si.
Drs. Amsor, M.Si.

 

ISBN:  

Desain Sampul dan Tata Letak:   

Abu Syahla 

 

Penerbit : Mitra Ilmu 

 

Ukuran : 23 x 15 cm (Standar UNESCO) 

 

Kantor:  

Jl. Kesatuan 3 No. 11 Kelurahan Maccini Parang 

Hp. 081340021801/ 0852-9947-3675/ 0821-9649-6667 

Email : mitrailmua@gmail.com  

Website : www.mitrailmumakassar.com 

Anggota IKAPI Nomor: 041/SSL/2022 

 

Cetakan pertama: Mei 2026 





SINOPSIS : Buku ini mengajak pembaca menyusuri lanskap riparian ruang peralihan antara darat dan air yang kian tertekan oleh perubahan penggunaan lahan, praktik pertanian yang tidak berkelanjutan, dan dinamika sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. Melalui pendekatan yang memadukan sains lingkungan, pengalaman lapangan, dan narasi reflektif, penulis mengungkap bagaimana kawasan yang seharusnya menjadi penyangga ekologis justru mengalami degradasi yang perlahan namun pasti.

Singkong, sebagai komoditas yang akrab dengan kehidupan masyarakat pedesaan, dihadirkan bukan sekadar tanaman pangan, tetapi juga simbol dari pilihan-pilihan ekonomi yang berdampak langsung pada kesehatan tanah dan ekosistem riparian. Praktik budidaya yang tidak memperhatikan konservasi tanah dan air mempercepat erosi, menurunkan kesuburan, dan mengganggu keseimbangan hidrologi.

Di sisi lain, buku ini menawarkan secercah harapan melalui inovasi sederhana seperti biopori lubang resapan yang mampu mengembalikan fungsi tanah sebagai penyerap air sekaligus memperbaiki struktur dan kesuburannya. Biopori diangkat sebagai contoh solusi berbasis kearifan lokal yang murah, mudah diterapkan, dan memiliki dampak ekologis yang signifikan jika dilakukan secara kolektif.

Lebih dari sekadar paparan ilmiah, Riparian yang Terganggu adalah “cerita tanah” sebuah narasi tentang relasi manusia dengan lingkungannya, tentang pilihan-pilihan kecil yang membawa konsekuensi besar, dan tentang kemungkinan memulihkan harmoni antara kebutuhan ekonomi dan keberlanjutan ekologi. Buku ini relevan bagi akademisi, praktisi lingkungan, pembuat kebijakan, hingga masyarakat umum yang peduli terhadap masa depan lanskap dan sumber daya alam.

Dengan bahasa yang reflektif namun tetap berbasis data, buku ini menjadi pengingat bahwa tanah bukan hanya pijakan, melainkan entitas hidup yang menyimpan sejarah, menopang kehidupan, dan menentukan arah masa depan.