Penulis:
Dr. Taubatan Nasuha, S.Pd., M.Pd.
Dr. Muhibuddin Zaini, S.Ag., M.Si., M.H.
ISBN :
Desain Sampul dan Tata Letak: Abu Syahla Khairun
Penerbit : Mitra Ilmu
Ukuran : 23 x 15 cm (Standar UNESCO)
Kantor:
Jl. Talak Salapang (Dekat Kampus UNISMUH Makassar)
Hp. 081340021801/ 0852-9947-3675/ 0821-9649-6667
Email : mitrailmua@gmail.com
Website : www.mitrailmumakassar.com
Anggota IKAPI Nomor: 041/SSL/2022
Cetakan pertama: Juni 2026
SINOPSIS
Buku
"Integrasi Pendidikan Akhlak dan Hukum Bisnis" hadir sebagai
jawaban atas krisis moral yang kerap melanda dunia korporasi modern. Di tengah
pesatnya dinamika ekonomi global dan digitalisasi, kepatuhan pada hukum positif
saja terbukti tidak cukup untuk mencegah praktik eksploitasi, penipuan, dan
kerusakan lingkungan. Buku referensi yang komprehensif ini menawarkan paradigma
baru yang menyinergikan kepastian hukum dengan keluhuran akhlak, menjadikannya
panduan penting bagi para mahasiswa, dosen, peneliti, akademisi, dan praktisi
bisnis.
Melalui
lima belas bab yang terstruktur secara sistematis, pembaca akan diajak
menyelami fondasi etika bisnis Islami, mulai dari konsep tauhid, keadilan
(al-'adl), hingga kebajikan (al-ihsan). Kajian mendalam disajikan dalam
berbagai aspek krusial, meliputi hukum perjanjian, tata kelola perusahaan
(GCG), etika pemasaran, ketenagakerjaan, hingga perbankan syariah. Tidak hanya
berhenti pada teori klasik, buku ini juga mengupas tantangan kontemporer
seperti hak kekayaan intelektual, etika bisnis digital, pelestarian lingkungan
hidup, penyelesaian sengketa, hingga dinamika perdagangan lintas budaya di era
globalisasi.
Keunggulan
utama buku ini terletak pada pendekatan metodologisnya yang sangat aplikatif,
dilengkapi dengan tabel analisis komparatif, studi kasus kontekstual, dan
evaluasi kritis di setiap bab. Pembaca tidak hanya dibekali pengetahuan
normatif, tetapi juga didorong untuk membangun budaya etika yang kuat melalui
audit sosial dan sistem penghargaan yang berkeadilan. Pada akhirnya, karya akademis
ini menegaskan bahwa profitabilitas dan moralitas bukanlah dua kutub yang
saling bertentangan, melainkan fondasi utama untuk mewujudkan keberlanjutan
bisnis jangka panjang yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta di masa
depan.
