Penulis:
Sri Ulina Beru Ginting, S.Pd., M.Pd.
Editor:
Rahmat Kartolo, M.Pd., Ph.D.
ISBN :
Desain Sampul dan Tata Letak:
Abu Syahla Khairun
Penerbit : Mitra Ilmu
Ukuran : 23 x 15 cm (Standar UNESCO)
Kantor:
Jl. Talak Salapang (Dekat Kampus UNISMUH Makassar)
Hp. 081340021801/ 0852-9947-3675/ 0821-9649-6667
Email : mitrailmua@gmail.com
Website : www.mitrailmumakassar.com
Anggota IKAPI Nomor: 041/SSL/2022
Cetakan pertama: April 2026
SINOPSIS :
Sastra lisan bukan sekadar kumpulan cerita
atau ungkapan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi, melainkan
merupakan cerminan cara berpikir, sistem nilai, serta identitas budaya suatu
masyarakat. Di Sumatra Utara, keberagaman etnis seperti Batak, Melayu, dan Nias
telah melahirkan kekayaan tradisi tutur yang luar biasa, baik dalam bentuk
mitos, legenda, pantun, nyanyian, maupun ungkapan adat yang sarat makna.
Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media
pendidikan, penguat kohesi sosial, serta sarana komunikasi spiritual yang
menghubungkan manusia dengan alam dan leluhur.
Namun demikian, perkembangan teknologi dan
globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi dan
preferensi budaya masyarakat. Generasi muda cenderung lebih akrab dengan budaya
digital yang serba cepat dan instan, sehingga tradisi lisan yang memerlukan
ruang interaksi langsung mulai mengalami penurunan intensitas praktik. Kondisi
ini menuntut adanya upaya yang lebih serius, sistematis, dan kreatif dalam
mendokumentasikan, mengkaji, serta merevitalisasi sastra lisan agar tetap
relevan dalam konteks kehidupan modern.
Buku ini disusun sebagai salah satu upaya
untuk menjembatani masa lalu dan masa kini, dengan menghadirkan pembahasan yang
tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi juga analitis terhadap berbagai aspek
sastra lisan di Sumatra Utara, mulai dari akar sejarah, fungsi sosial budaya,
hingga tantangan dan peluang di era digital. Penulis berusaha menyajikan materi
dengan bahasa yang mudah dipahami tanpa mengurangi kedalaman analisis, sehingga
buku ini dapat digunakan oleh berbagai kalangan, baik akademisi, praktisi
budaya, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap
warisan budaya.
