Strategi Pimpinan dalam Menekan Angka Mahasiswa Drop Out di Perguruan Tinggi


Penulis: 

Prof. Dr. Ali Mudlofir, M.Ag

Dr. Lilik Huriyah, M.Pd.I

Ahmad Fauzi, M.Pd

Editor  : Kaf Kaffah Alvinuri 

 

ISBN :  

 

Desain Sampul dan Tata Letak:   

Abu Syahla Khairun 

 

Penerbit : Mitra Ilmu 

 

Ukuran : 23 x 15 cm (Standar UNESCO) 

 

Kantor:  

Jl. Talak Salapang (Dekat Kampus UNISMUH Makassar)  

Hp. 081340021801/ 0852-9947-3675/ 0821-9649-6667 

Email : mitrailmua@gmail.com  

Website : www.mitrailmumakassar.com 

Anggota IKAPI Nomor: 041/SSL/2022  

 

Cetakan pertama: Maret 2024



SINOPSIS : Buku Strategi Pimpinan dalam Menekan Angka Mahasiswa Drop Out di Perguruan Tinggi membahas secara komprehensif berbagai pendekatan strategis yang dapat dilakukan oleh pimpinan perguruan tinggi dalam mengurangi tingkat mahasiswa yang mengalami putus studi atau drop out. Fenomena drop out merupakan salah satu tantangan serius yang dihadapi oleh banyak institusi pendidikan tinggi karena tidak hanya berdampak pada masa depan akademik mahasiswa, tetapi juga mempengaruhi reputasi institusi, efektivitas sistem pendidikan, serta pemanfaatan sumber daya pendidikan secara keseluruhan.

Melalui pendekatan analitis dan reflektif, buku ini mengkaji berbagai faktor yang menyebabkan mahasiswa tidak dapat menyelesaikan studi mereka, mulai dari faktor akademik, ekonomi, psikologis, hingga faktor sosial dan kelembagaan. Penulis menjelaskan bahwa masalah drop out tidak dapat dipandang semata-mata sebagai kegagalan individu mahasiswa, melainkan sebagai fenomena kompleks yang melibatkan interaksi antara mahasiswa, sistem pembelajaran, kebijakan institusi, serta lingkungan sosial yang lebih luas.

Buku ini menyoroti pentingnya peran pimpinan perguruan tinggi—seperti rektor, dekan, ketua program studi, maupun pimpinan unit akademik lainnya—dalam merumuskan kebijakan dan strategi yang mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa. Dalam hal ini, kepemimpinan yang visioner dan berbasis data menjadi kunci utama dalam merancang berbagai program intervensi yang efektif untuk mencegah mahasiswa mengalami putus studi.

Selain membahas kerangka konseptual mengenai kepemimpinan pendidikan dan manajemen perguruan tinggi, buku ini juga menguraikan berbagai strategi praktis yang dapat diterapkan oleh pimpinan institusi. Beberapa strategi tersebut antara lain penguatan sistem bimbingan akademik, pengembangan layanan konseling mahasiswa, pemberian dukungan finansial melalui beasiswa atau skema bantuan pendidikan, peningkatan kualitas proses pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk memantau perkembangan akademik mahasiswa secara lebih sistematis.

Buku ini juga menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam mengatasi masalah drop out. Pimpinan perguruan tinggi tidak dapat bekerja sendiri, melainkan perlu membangun sinergi dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keberhasilan akademik mahasiswa. Dengan adanya kolaborasi yang kuat, berbagai permasalahan yang dihadapi mahasiswa dapat diidentifikasi lebih awal sehingga langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Melalui pembahasan yang sistematis dan berbasis pada pengalaman empiris serta kajian akademik, buku ini memberikan wawasan yang mendalam mengenai bagaimana kepemimpinan yang strategis dapat berperan dalam meningkatkan keberhasilan studi mahasiswa. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pimpinan perguruan tinggi, dosen, peneliti pendidikan, serta para pengambil kebijakan yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pengurangan angka putus studi di perguruan tinggi.

Dengan menghadirkan perspektif yang komprehensif mengenai strategi kepemimpinan dalam dunia pendidikan tinggi, buku ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai panduan praktis bagi para pemimpin pendidikan dalam merancang kebijakan yang lebih efektif untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menyelesaikan studinya dengan baik.

Popular Posts