LINCAH Seni Bergerak Cepat di Tengah Perubahan


Penulis: 

Emiliana Sri Pudjiarti 

 

ISBN :  

 

Desain Sampul dan Tata Letak:   

Abu Syahla Khairun 

 

Penerbit : Mitra Ilmu 

 

Ukuran : 23 x 15 cm (Standar UNESCO) 

 

Kantor:  

Jl. Talak Salapang (Dekat Kampus UNISMUH Makassar)  

Hp. 081340021801/ 0852-9947-3675/ 0821-9649-6667 

Email : mitrailmua@gmail.com  

Website : www.mitrailmumakassar.com 

Anggota IKAPI Nomor: 041/SSL/2022  

 

Cetakan pertama: Maret 2026 



SINOPSIS : 

Buku LINCAH: Seni Bergerak Cepat di Tengah Perubahan hadir sebagai jawaban atas pertanyaan yang semakin mendesak di era ini: mengapa sebagian individu dan organisasi justru tumbuh di tengah guncangan, sementara yang lain tumbang? Pertanyaan ini bukan retorika filosofis semata, melainkan cerminan dari realitas yang dihadapi oleh setiap pemimpin, profesional, dan organisasi yang beroperasi di dunia yang tidak lagi memberi ruang bagi kelambatan dan kekakuan.

Penulis membuka dengan gambaran dunia yang berada di bawah tekanan dua kerangka besar sekaligus, yaitu VUCA yang menggambarkan volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas, serta BANI yang memotret kerapuhan, kecemasan kolektif, hubungan sebab-akibat yang tidak lagi linier, dan kerumitan yang melampaui kapasitas pemahaman konvensional. Dalam realitas ganda ini, model manajemen yang mengandalkan stabilitas, prediktabilitas, dan kontrol ketat terbukti tidak lagi memadai. Organisasi yang bertahan bukan yang terbesar dari segi sumber daya, melainkan yang paling lincah dalam membaca dan merespons perubahan.

Salah satu gagasan terpenting yang dibangun dalam buku ini adalah penegasan bahwa Agility berbeda secara mendasar dari reaktivitas maupun impulsivitas. Agility adalah kapasitas yang proaktif sekaligus terkelola, menggabungkan kecepatan dengan kecermatan, fleksibilitas dengan stabilitas nilai, serta keberanian bereksperimen dengan kedisiplinan belajar dari setiap hasil yang diperoleh. Kapasitas ini tumbuh dari tiga dimensi yang saling memperkuat, yakni kognisi yang fleksibel dan mampu mentoleransi ambiguitas, disposisi yang berakar pada keyakinan bahwa kemampuan dapat terus dikembangkan, serta perilaku adaptif yang dijalankan secara konsisten dalam situasi nyata.

Buku ini  bergerak secara sistematis dari level individu menuju level organisasional. Di level individu, pembaca diajak melakukan asesmen diri yang jujur, membangun regulasi emosi dan kecerdasan adversitas, serta mengonstruksi kebiasaan-kebiasaan adaptif melalui siklus pembelajaran yang mengubah setiap kegagalan menjadi bahan bakar pertumbuhan. Dari sana, perjalanan berlanjut ke dinamika tim, di mana kolaborasi lintas fungsi dan antargenerasi, komunikasi adaptif, kepercayaan yang dibangun melalui kejujuran dan konsistensi, serta pengelolaan konflik yang konstruktif menjadi fondasi kinerja kolektif yang responsif terhadap perubahan.

Di level kepemimpinan, penulis menawarkan model yang bergerak dari komando dan kontrol menuju coaching dan pemberdayaan, di mana pemimpin yang efektif bukan mereka yang memiliki semua jawaban, melainkan mereka yang menciptakan kondisi agar setiap anggota tim mampu menemukan dan mengeksekusi solusinya sendiri. Ekosistem ini kemudian diperluas hingga menyentuh arsitektur organisasi agile, peran strategis manajemen SDM, transformasi digital, kemitraan cerdas dengan kecerdasan buatan (AI), serta pembangunan budaya yang secara tulus menghargai inisiatif, eksperimentasi, dan pembelajaran dari kegagalan.

Buku ini menutup argumennya dengan sebuah paradoks yang menginspirasi: krisis bukan sekadar ancaman yang harus diatasi, melainkan akselerator pembelajaran paling kuat yang pernah dialami sebuah organisasi. Mereka yang telah membangun Agility sebelum badai datang terbukti pulih jauh lebih cepat dan keluar dari krisis dengan kapasitas yang lebih besar daripada sebelumnya. Pada akhirnya, pesan inti buku ini sederhana namun mendalam: Agility bukan destinasi final, melainkan perjalanan tanpa henti yang diperbarui setiap hari melalui pilihan untuk belajar lebih cepat, bergerak lebih berani, dan tumbuh lebih bermakna di dunia yang tidak akan pernah berhenti berubah.

 


Popular Posts