MOTIVASI KISAH PARA NABI DALAM AL-QUR’AN Materi Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Karakter Perspektif Al-Qur’an
Penulis:
Assoc. Prof. Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I.
H. Muhammad Fadhli Sudiro, M.H., M.S.Q.
Editor : Al-Hafi zh Dr. Zulkipli Nasution, MA
ISBN :
Desain Sampul dan Tata Letak: Abu Syahla Khairun
Penerbit : Mitra Ilmu
Ukuran : 23 x 15 cm (Standar UNESCO)
Kantor:
Jl. Talak Salapang (Dekat Kampus UNISMUH Makassar)
Hp. 081340021801/ 0852-9947-3675/ 0821-9649-6667
Email : mitrailmua@gmail.com
Website : www.mitrailmumakassar.com
Anggota IKAPI Nomor: 041/SSL/2022
Cetakan pertama: Februari 2026
SINOPSIS :
Buku yang berjudul “Motivasi Kisah Para Nabi dalam Al-Qur’an:
Materi Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Karakter Perspektif Al-Qur’an”
ini lahir dari kegelisahan akademik sekaligus spiritual penulis terhadap
realitas pendidikan Islam kontemporer. Di tengah arus globalisasi dan disrupsi
moral yang semakin kompleks, pendidikan sering kali terjebak pada transfer
pengetahuan semata, sementara dimensi pembentukan karakter belum sepenuhnya
terintegrasi secara sistematis dalam kurikulum. Padahal, Al-Qur’an telah
menghadirkan kisah-kisah para nabi bukan sekadar sebagai narasi sejarah,
melainkan sebagai sumber inspirasi, motivasi, dan konstruksi karakter yang sangat
kuat.
Kisah para nabi seperti Nabi
Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, hingga Nabi Muhammad
merupakan representasi nilai-nilai ketauhidan, kesabaran, keberanian moral,
keteguhan prinsip, kepemimpinan visioner, serta integritas spiritual.
Nilai-nilai tersebut sejatinya adalah fondasi utama pendidikan karakter dalam
Islam. Melalui pendekatan tematik dan analitis, buku ini berupaya menggali
dimensi motivasional dari kisah-kisah tersebut dan merumuskannya sebagai materi
kurikulum pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Penulis menyadari bahwa
Al-Qur’an sendiri menegaskan fungsi kisah sebagai pelajaran (‘ibrah) dan
penguat hati (tasliyah), sebagaimana tercermin dalam firman-Nya bahwa dalam
kisah-kisah itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal. Oleh karena
itu, buku ini tidak hanya memaparkan narasi kisah, tetapi juga mengaitkannya
dengan teori pendidikan karakter, konsep tarbiyah dalam Islam, serta urgensi
integrasinya dalam kurikulum formal maupun nonformal. Dengan demikian, buku ini
diharapkan dapat menjadi jembatan antara teks wahyu dan praksis pendidikan.
