KEILAHIAN DAN KEMANUSIAAN YESUS DALAM YOHANES 1:14 DAN FILIPI 2:7: Tinjauan Teologis dan Implikasinya bagi Jemaat GBI Shallom Immanuel Surabaya

Penulis: Dr. Benjamin Kusworo Kus 

 

Editor: Assoc. Prof. Dr. Urbanus Sukri, M.Pd. 

 

ISBN :  

 

Desain Sampul dan Tata Letak:  Abu Syahla Khairun 

 

Penerbit : Mitra Ilmu 

 

Ukuran : 23 x 15 cm (Standar UNESCO) 

 

Kantor:  

Jl. Talak Salapang (Dekat Kampus UNISMUH Makassar) 

Hp. 081340021801/ 0852-9947-3675/ 0821-9649-6667 

Email : mitrailmua@gmail.com  

Website : www.mitrailmumakassar.com 

Anggota IKAPI Nomor: 041/SSL/2022 

 

Cetakan pertama: Mei 2026 



SINOPSIS : 

Pembahasan mengenai keilahian dan kemanusiaan Yesus Kristus bukan sekadar diskursus akademik yang bersifat teoritis, melainkan inti fundamental dari keselamatan Kristen dan dasar utama pengakuan iman gereja sepanjang sejarah. Yohanes 1:14 dan Filipi 2:7 merupakan dua teks Alkitab yang memiliki kedalaman Kristologis luar biasa karena keduanya memperlihatkan misteri inkarnasi Allah dalam diri Yesus Kristus. Melalui Yohanes 1:14, gereja memahami bahwa Sang Firman yang kekal telah menjadi manusia dan diam di tengah umat-Nya, sedangkan Filipi 2:7 menyingkapkan bagaimana Kristus rela mengosongkan diri-Nya demi melaksanakan karya keselamatan Allah bagi dunia. Kedua bagian Alkitab tersebut menjadi landasan penting untuk memahami relasi antara natur ilahi dan natur manusia Kristus dalam satu pribadi yang utuh dan sempurna.

Dalam konteks kehidupan jemaat masa kini, pemahaman Kristologi yang benar menjadi sangat penting karena gereja sedang menghadapi berbagai tantangan teologis, spiritual, dan sosial yang dapat menggeser pusat iman Kristen. Arus sekularisme, relativisme, pragmatisme rohani, serta berkembangnya pemahaman yang dangkal mengenai pribadi Kristus sering kali menyebabkan iman jemaat kehilangan fondasi alkitabiah yang kokoh. Oleh sebab itu, buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi akademik dan pastoral dalam memperkuat pemahaman jemaat mengenai identitas Yesus Kristus sebagai Allah sejati dan manusia sejati, sekaligus menolong umat percaya memahami implikasi praktis dari doktrin tersebut dalam kehidupan sehari-hari.