Penulis:
Slamet Pamuji
ISBN :
Desain Sampul dan Tata Letak:
Abu Syahla Khairun
Penerbit : Mitra Ilmu
Ukuran : 23 x 15 cm (Standar UNESCO)
Kantor:
Jl. Talak Salapang (Dekat Kampus UNISMUH Makassar)
Hp. 081340021801/ 0852-9947-3675/ 0821-9649-6667
Email : mitrailmua@gmail.com
Website : www.mitrailmumakassar.com
Anggota IKAPI Nomor: 041/SSL/2022
Cetakan pertama: Maret 2026
SINOPSIS :
Mengapa Buku Ini Ditulis?
Ada fase dalam hidup ketika
seseorang berhenti bertanya kepada dunia, lalu mulai bertanya kepada dirinya
sendiri. Pertanyaan-pertanyaan itu tidak selalu keras terdengar, tetapi
diam-diam mengendap di dalam hati. Tentang arah. Tentang makna. Tentang apakah
semua yang telah dijalani benar-benar membawa kita ke tempat yang tepat.
Buku ini lahir dari fase
seperti itu.
Bukan dari posisi seseorang
yang merasa sudah berhasil menaklukkan hidup. Justru dari perjalanan panjang
yang penuh keraguan, kegagalan, penundaan, dan perubahan arah yang tidak
direncanakan. Dari pengalaman melihat banyak orang yang tampak kuat di luar,
tetapi menyimpan kebingungan yang sama di dalam.
Kita hidup di zaman yang
unik. Di satu sisi, kesempatan terbuka begitu luas. Informasi bisa diakses
dalam hitungan detik. Pilihan karier semakin beragam. Ruang untuk
mengekspresikan diri semakin bebas. Namun di sisi lain, tekanan untuk terlihat
berhasil juga semakin besar.
Media sosial membuat hidup
orang lain tampak selalu berjalan mulus. Foto wisuda, pengumuman pekerjaan
baru, perjalanan ke luar negeri, pernikahan yang tampak sempurna — semua hadir
setiap hari di layar kecil yang selalu kita bawa ke mana-mana. Tanpa sadar,
kita mulai mengukur nilai diri berdasarkan potongan-potongan cerita orang lain.
Tidak sedikit yang akhirnya
merasa tertinggal.
Mahasiswa yang belum tahu
ingin menjadi apa.
Pekerja yang merasa
kariernya stagnan.
Orang tua yang khawatir
belum mampu memberi yang terbaik untuk keluarganya.
Atau siapa saja yang merasa
hidupnya berjalan lebih lambat dari harapan.
Perasaan tersesat sering
muncul di titik-titik seperti itu.
Namun setelah melewati
banyak pengalaman, ada satu kesadaran sederhana yang perlahan tumbuh: mungkin
kita tidak benar-benar tersesat. Mungkin kita hanya sedang berada di jalan yang
belum kita pahami sepenuhnya. Hidup bukan hanya tentang seberapa cepat kita
sampai. Hidup adalah tentang bagaimana kita dibentuk selama perjalanan. Tentang
bagaimana kegagalan mengajarkan kerendahan hati. Tentang bagaimana penantian
melatih kesabaran. Tentang bagaimana kehilangan memperluas makna syukur.
Buku ini ditulis sebagai
teman perjalanan. Bukan sebagai peta yang memberi jawaban pasti. Tetapi sebagai
ruang refleksi, agar kita berani melihat kembali langkah-langkah yang telah
ditempuh. Kadang manusia terlalu sibuk mengejar tujuan sampai lupa menghargai
proses. Terlalu fokus pada hasil sampai tidak menyadari bahwa dirinya sudah
berubah menjadi lebih kuat.
